Tampilkan postingan dengan label Taukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taukah Anda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2017

Terapi Sengat Lebah Handel Penyakit Tumor?

Seperti postingan saya sebelum-sebelumnya. Kali ini saya akan membagikan informasi yang mungin jarang atau tidak pernah kalian dengan sebelunya. Tema postingan kali ini ada SENGATAN LEBAH BISA MENGUSIR PENYAKIT TUMOR.
Kalian tidak perlu kaget apalagi pingsan gara-gara mendengar tema artikel saya yang agak tidak masuk akal ini. Namun, itulah kenyataannya kawan. Pertama, saya yakin bahwa Allah ta’ala menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini beserta dengan kegunaan dan kemanfaatannya. Dan mungkin saja lebah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki leh ciptaan tuhan yang lainnya. Yaaa, mungkin?! Di bawah ini ada sekilas penjelasan oleh para peneliti yang terkemuka yang mencoba menyingkap sisi kemanfaatan dari lebah selain lebah itu dari hewan penghasil madu. Silahkan di simak.... selamat membaca....
Saat ini ilmuwan dari Universitas Washington Amerika Serikat, sedang menjajaki untuk mengubah racun lebah menjadi obat yang berguna. Diyakini bahwa racun lebah dapat membunuh sel Tumor. Racun ini dibentuk hingga berukuran nano yang disebut nanobee.
Menurut para peneliti, seperti dimuat dalam Journal of Clinical Investigation, nanobee bekerja dengan memberikan racun yang dinamakan melittin. Melittin mampu memerangi tumor namun tetap melindungi lapisan sel lainnya dari kerusakan. Inilah yang menyebabkan nanobee diklaim berpotensi untuk menjadi obat tumor yang baik.
Awalnya, uji coba diterapkan pada tikus. Peneliti menguji pada dua jenis tikus. Pada tikus pertama ditanam sel kanker payudara, sedangkan tikus lainnya ditanami sel kanker melanoma. Setelah diberi nanobee yang mengandung melittin, laju pertumbuhan sel kanker payudara menyusut hingga 25 persen, sedangkan ukuran sel kanker melanoma menyusut hingga 88 persen.
Hebatnya lagi, nanobee tidak merusak sel darah merah dan sel sehat lainnya meski diberi dalam konsentrasi tinggi. Secara umum, hasil penelitian menyimpulkan nanobee tidak hanya mengurangi pertumbuhan tumor namun juga dapat mencegah kanker.

Terima kasih telah berkunjung ke blog kami...

Benarkah, Ada Rahasia Sehat Di Balik Seks?

Awalnya tidak percaya dengan tema artikel yang saya baca beberapa waktu yang lalu. Masak sih, dengan berhubungan intim bisa sehat. Gak masuk akalkan? Kalau saya sih percaya saja, kalau yang ngomong itu orang yang memang kredibel dalam bidangnya, kalau yang bilang tukang becak, yaa mikir dua kali.

Mungkin kalian yang sedang membaca artikel saya ini masih ragu juga bukan? Tapi, kalian percaya atau tidak percaya dengan tulisan yang sekarang anda baca ini, saya rasa tidak masalah. Karena saya juga bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Namun, inilah bukti autentiknya yang menyatakan bahwa :

Riset yang dilakukan oleh American Association of Retired Persons (AARP) membuktikan bahwa kegiatan seks sangat berhubungan kualitas kesehatan seseorang. Disebutkan bahwa aktivitas seks minimal 1 kali seminggu dapat mencegah beragam penyakit, seperti kanker prostat, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, sakit kepala dan masih banyak yang lain. Lebih lagi, seks secara sehat dan teratur dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh serta mengontrol berat badan.

Bagaimana semua itu bisa terjadi? Saat melakukan aktivitas seksual, terutama saat orgasme, tubuh memproduksi hormon dehydroepiandrosterone (DHEA) lima kali lebih banyak dibanding saat normal. Hormon DHEA terbukti menjaga kadar insulin tetap normal sekaligus meningkatkan kinerjanya. Seks juga terbukti meningkatkan hormon dopamine dan oxytoksin yang memberikan efek tenang sehingga orang terhindar dari stress dan hipertensi. Tidur pun tentu akan lelap.
Aktifitas seks juga tidak lain merupakan olahraga kardiovaskuler yang efektif jika dilakukan dengan tepat. Efeknya aliran darah menjadi lancar dan menjaga kerja jantung. Saat aliran darah lancar, suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh pun senantiasa terjaga. Seks pun terbukti merangsang immunoglobin A sehingga tubuh tidak akan mudah sakit.

Nicki Waterman, seorang ahli olahraga dari Inggris pun mengatakan bahwa melakukan aktivitas seks selama 30 menit berarti membakar sekitar 200 kalori. Masih menurutnya, saat orgasme, kalori tubuh terbakar antara 60 – 100 kalori. Wow! Tidak hanya itu, peneliti dari Skotlandia pun menemukan fakta bahwa aktivitas seks juga berpengaruh pada kepercayaan diri seseorang. Orang dengan aktivitas seks yang rutin dan sehat akan cenderung mudah berkonsentrasi dan mampu membawakan diri dengan baik saat dia tampil di depan umum.


Benarkah, Mandi Malam Hari Sebabkan Penyakit Rematik?

Awalnya tidak percaya dengan tema artikel yang saya baca beberapa waktu yang lalu yang menyatakan bahwa mandi di waktu malam itu dapat menyebabkan timbulnya penyakit Rematik pada pelakunya. Mungkin kalian yang sedang membaca artikel saya ini masih ragu juga bukan? Tapi, kalian percaya atau tidak percaya dengan tulisan yang sekarang anda baca ini, saya rasa tidak masalah. Karena saya juga bukan ahlinya dalam masalah tersebut dan apa juga kaitannya mandi di malam hari dengan penyakit rematik. Namun, inilah bukti autentiknya yang akan di jelaskan oleh dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro. silahkan simak baik-baik. selamat membaca...

Menurut dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Bahwasanya nyeri persendian karena rematik akan semakin terasa jika terpapar dingin yang salah satunya adalah air pada malam hari.

Saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin. Nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga serta perawatan seseorang terhadap persendiannya.

Meski demikian, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam. Air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda 5 derajat celcius dengan suhu tubuh, yaitu antara 29 – 30 derajat celcius.


Gimana? Apakah kalian masih belum percaya? Kalau saya yang jelasin, bolehlah kalian gak percaya. Tapi, kalau dokter spesialisnya langsung?! Udah mulai mikirkan sekarang? Harapan saya dan mungkin juga menjadi harapan anda kedepannya, semoga kita dijauhkan dari penyakit yang sulit dan membutuhkan biaya mahal untuk di obati.. aminnnn