Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

MENYEMAI ISLAM RAMAH DI PERGURUAN TINGGI

MENYEMAI ISLAM RAMAH DI PERGURUAN TINGGI
Islam Bicara Mengenai Kemajemukan
Islam yang  di bawah Nabi Muhammad sejak awal penyebarannya telah menunjukan wataknnya yang akomodatif terhadap kemajemukan.sejak kelahirannya pada abad ke-7 Islam sudah berada di tengah budaya dan agama-aama lain,seperti yahudi, kristem, buda, majusi dan para penyembah berhala.
Sebagai pribadi yang terlahir dalam lingkungan majemuk Nabi Muhammad telah membuktikan diri sebagai tokoh yang mampu membangun sekaligus mengaplikasukan semangat plura-lisme agama dengan sangat baik.
Fakta sejarah diatas sejalan dengan salah satu prinsip utam a islam yakni tahmatan lil alami, sehingga alamin berlaku bukan hanya untuk agama ummat islam tetapi juga non-muslim.Mengenai kemajemukan islam juga terlihat dalam surah al-kafirun, dimana Allah swt. tidak memberikan ruang kepada Nabi Muhammad dan par sahabatnya untuk memaksa orang yang berbeda keyakinan sehingga mereka memeluk agama islam.Sebab-sebab turunya surah Al-kafirun,iyalah sebagai jawaban atas permintaan orang kafr Quraisy  yang ingin menawarkan perjanjian ’’damai’’ dengan Nabi,agar ummat islam bisa bergantian melakukan peribadaan.
Memahami Pluralisme Keberagaman
Kesadaran menjalankan ajaran agama dan kebanggaan menggunakan simbol-simbol keagamaan oleh sebagian kalangan masyarakat menjadikan fenomina baru dalam kehidupan beragama di indonesia.Akan tetapi pada titik-titik tertentu akan memunculkan sikap-sikap eksklusif dalam beragama.
Eksklusifitas beragama dapat dimaknai sebagai pemahaman dan peraktek keberagamaan yang lebih engfokuskan orientasiya pada ditinya sendri dan kelompoknya.Akibatnya terjadiya toleransi dan tepo seliro baik antar maupun intern ummat beragama.
Krisis toleransi dalam konteks relasi antar dan internal ummat beragama di indonesia,diakui atau tidak,telah berdmpak buru bagi proses keangsungan hudup beragama dan masyarakat bahka pada titik tertentu akan menjadi ancaman yang menakutkan bagi harmo-nisasi kehidupan manusia secara umum.
Tindakan sebagai ummat islam yang merusak harmonisasi hubungan intern dan antar umat beragama dengan melakukan tindakan radikal.
Perbedaan pada hakikatnyamerupakan sunnatullah,suatu keniscayaan kehidupan yang tidak dapat dihindari.Antara satu hal dengan yang lainya pasti memiliki perbedaan, dan faktanya tidak pernah ada dua hal yag sma persis seratus persen.
Islam sesugguhnya hadir sebagai petunjuk bagi penciptaan kehidupan yang penuh keteratran dan keharmonisan. Namun kehadirannya di muka bumi initidak tampil dalam wajah yang seragam seperti ketidak seragaman manusia itu sendiri.
Dalam islam, konsep persaudaraan sesama manusia yang memandang manusia sebagai makhluk tuhan memiliki landasan teologis yang amat fundamental sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis.
Sejaran peradapan islam di masa klasik telah memperlihatkan sejumlah contoh dan praktis toleransi yang sangat mengagumkan.Peradapan islam yang berkembang di Andalusia dn spanyol merupakan masa keemasan.Sehingga melahirkan seseorang filosofi besar yaitu,Musa ibnu Maimunyang dikenal di eropa sebagai maimodines.
Dalam konteks ini perlu dicatat bahwa tidak ada yag statis.Setiap agama selalu mengalami asang surut menurut sejarahnya.Ada kalanya islam mengalami masa cemerlang.Adakalanya islam mengalami masa kegelapan.Tantangan yang dihadapi oleh umat isam saat ini adalah bagaimana meraih kembali masa-masa keemasan dimasa lampau. Dan bagaimana menafsirkan kembali ajaran-ajaran islam sehinggs mampu mengakomodasi perkembangan kehidupan moders dan universal.

Islam Rahmatan lil Alamim
Islam sebagai ajaran rahmata lil alamin yag sangat jelsa,namun harus diakui bahwa konsep ini belum sepenuhnya  dapat dilaksanakan oleh pemiliknya.  Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. islam merupakan agama yang diturunkan sebagai ajaran yang membawa kedamaian di dunia dan akhirat, bukan agama yang membawa orang-orang menjadi radikal. Islam juga tidak mengajarkan tindakan kekerasan dalam berdakwah. Walaupun timbulnya sisi kekerasan selama ini, itu merupakan sikap dari orang-orang yang kurang mampu untuk memahami ajaran islam dengan baik.   Sejaran perkembangan islam membuktikan bahwa agama islam dikembangkan dengan jalan damai,penuh toleransi dan kasih sayang.
Hal yang patut renungkan adalah mengapa sampai hari ini masih saja muncul tindakan-tndakan kekerasan yang egatas namakan agama ? Bukakah konsep islam mengenai keragaman begitu indahnya,dan bukankan islam telah mengajarka bagaimana mengajarkan dan mendakwakanagama ini dengan bijaksana. Hal inilah yang harus kita perhatikan dalam kehidupan sehati-hari kita, agar kita bisa membangun kehidupan yang harmonis.
JIHAD, UKHUWAH, DAN NASIONALISME
A.    Jihad;sebuah Potret Perlawanan Terhadap Barat
1.      Makna Jihad
Jika banyak ulama’ yang berpendapat tentang jihad.  Dari banyak nya pendapat dapat disimpulkan bahwa pengrtian jihad secara etimologi adalah sebagai perang, dakwah, kesungguhan, kekuatan, kelapangan, menahan hawa nafsu dan perjuangan yang sifatnya umum.
 Jihad dalam Perpektif Al-Quran dan Hadits
Kata jihad banyak disebutkan dalam Al-Qura dan hadits.sementara itu banyak para ulama’ pakat hadits meriwayatkan hadits yang berkaitan ddengan jihad, baik yang berhubungan dengn peperang an ataupun dengan yang lainya.
Oleh karena itu, mendakwakan dengan cara yang keras tidaklah diperbolehkan, karena kebebasan beragama umat dijunjung tinggi dalam Al-Quran.
Jika kita melihat dalam sejarah kehidpan Nabi Muhammad, beliaw tidak pernah memaksa seseorang utuk memeluk agama islam. Nabi Muhammad baru memutuskan berperang apa bila orang tidak lagi  mengindakan ajaran damai dan memilih berperang. Tidak pernah termuat dalam sejarah Nabi memerangi orang-orang mengingunkan kedamaian, dan tidak melanggar janji.
Jihad dalam Stereotype Dunia Barat
Jihad juga sering difahami sebagai ajaran Islam yang mengajarkan Kekerasan, terorisme, dan perang suci.Stiqma miring tersebut diperkuat     oleh sejumla kelompok islam radikal yang memang memahami jihad sebagai perang melawan musuh-musuh islam dengan menghalalka aksi kekerasa.
Tuduha yang diberikan oleh pihan non muslim ini sudah tidak bisa dianggap remeh. Stiqma berpegaruh pada anggapan bahwa doktrin perang yag terdapat dala ajaran agama memicu orang islam suka berperang dan harus darah. Jihad sendiri mempunya dua pengertian; jihad melawan jiwa, dan jihad melawan peperangan yang disyaratkan.
Nasionalisme Versus Pan- Islamisme
Latar Belakang Munculnya Ide Pan-Islamisme
Sebagai telah diketahui, bantuan antaran islam dan kekuatan eropa     telah menyadarkan umat bahwa mereka telah tertinggsl dari eropa. Pada abat ke-17, muncullah pembaharuan di beberapa wilayah di afrika,timur tengahdan india.
Salah satu yang melakukan pembaharuan dalam islam inin adalah   jamaluddun Al-Afghani. Jamaluddin adalah seorang pemimpin pembharuan dalam islam yang tempat tinggal dan aktifitasnya berpindah dari satu negara islam ke negara islam lain, serta pengaruh terbesar di tinggalkannya di Mesir. Dia juga tokoh yang pertama kali  menganjurkan untuk kembali pada tradisi muslim dengan cara yang sesuaidengan berbagai problem.
 Pan-Islamisme hahir disebabkan, paling tidak, oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Internal disebabkan faktor umat itu islam sendiri. Eksternal datang dari luar islam, yakni dari barat.
Menperkuat Ukhuwah Islam
1.Makna Ukhuwah dalam Islam
Kata ukhuwah diambil dari kata bahasa arab(أخا) kemudian melahirkan beberapa pengertian sehingga menjadi kata( الصاحب الصديك ( .sahabat
Namun Quraish shihab  mengatakan bahwa pengertia seperti ini kurang tepat. Ada tiga konsep ukhuwah yag di ajarkan islam.
1.Ukhuwah keagamaan, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain lainnya.
2.Ukhuwah kebangsaan, seperti meruppakan persaudaraan dalam arti sebangsa walaupun tidak seagama.
3.Ukhuwah Fil Wathany wan nasab adalah saudara dalam seketurunan dn kebangsaan seperti yang diisyaratkan dalam Al-Quran.
Ukhuwah Insaniah , yaitu persaudaraan sesama umat manusia.
Ukhuwah Islam di Persimpangan Jalan
1.      Ta’aruf( saling Mengenal)
2.      Tafahum(saling Memahami)
3.      Ta’awun( saling Menolong)
4.      Takaful(Saling Memberi Perlindungan)

Memahami tahapan-tahapan diatas apakah kita sudah melakukan semuanya?
RADIKALISME DI KALANGAN UMAT ISLAM
Radikalisme dan Klaim Keselamatan
1.Seputar Radikalisme
Radikalisme merupakan seseorang yang menginginkan perubahan kondisi dari berbagai aspek kehidupan dengan cara mendekonstuksi akar masalah yanng ada. Atau dengan cara upaya melakukan perubahan secara cepat dan mendalam pada bidang tertentu.
2 .Klaim Keselamaan
Disintegrasi umat islam sebenarnya sudah dipredeksi oleh nabi sejak 14 abat yang lalu. Perpecahan dalam interen umat Islam ini oleh Muhammad diprediksi pecah menjadi sekitar 73 kelompok.
Radikalisme Beragama Dalam Lintasan Sejarah Islam
1.Asal- usul dan latar belakang Radikslisme
Dalam konteks historis, embrio radikalisme dalam islam sesungguhnya sudah tersemai sejak ratusan tahun silam. Kala itu abu Musa al Asy’ari mewakili ali bin thalib dan Amru ibn’ash mewakili mu’awiyah bin abi sufyan terlibat dalam peristiwa heboh yang dikenal dengan peristiwa “tahkim”.
Perilaku Radikal Pada Masa Awal Islam
Sejarah islam telah mencatat bahwa umat islam pada awal perkembangannya telah melakukan tindak kekersan yang diyakini sebagian dari perjuangan menegakkan yang diyakininya sebagai kebenaran.
MenggantikanPembunhan Kekhalifah Ustman Bin Affan
Khalifah Usman bin Affan merupakan khalifah ketiga m khalifan umat bin khattab. Garis keturunan Usman bertemu dengan Nabi pada Abdul Manaf.Usman dilahirkan tahun kelima setelah penyerangan pasukan gajah. Terjadinya pembunuhan terhadap khalifah Usman dikarenakan. Abdullah bin saba (dari golongan syi’ah ekstrim) menghasud masyarakat dengan mengatakan bahwa Nabi  saw. telah membetikan wasiat kepada Ali Bin Abi Thalib untuk menjadi khalifah sehingga terjadi perselisihan. Kemudian mereka menuntut untuk menurunkan gubernur mesir yang memerintah sewenang wenang, akhirnya Usman mengabulkan permintaannya.dengan perasaan puas meraka kembali. Ditengah  pemberontak  berhasil menengkap kurir yang membawa surat untuk pengusaha mesir.yag isinya suatu perintah untuk membunuh muhammad bin abu bakar dan pengikutnya.ternyata mereka menjadi marah. Kemudin mereka kembali ke madina untuk ent peertunggung jawaban khalifah.mereka menuntut agar sipenulis diserahka. Akan tetapi uman tidak tahu tentang surat tersebut. Karena permintaan mereka tidak dipenuhi, akhirnya mereka menyebur rumah usman dan membunuh usman.
Pembunuhan Khalifah Ali Bin Abi Thalib
Khalifah ali dibunuh karena adanya konflik  antara Ali dan muawiyah. Pada saat itu terjadilah gencangan senjata antara ali dan muawiyah di daerah siffin. Dalam pertempuran muawiyah terdesak dan hampir mengalami kekalahan. Akan tetapi pihak muawiyah mengajukan gencatan senjata untuk mengulur waktu. Kemudian ali menerima tawaranya. Kemudian peristiwa itu dikenal dengan perang tahkim.
Peristiwa tahkim yang dilakukan ali tidak serta merta memuaskan pasukan pedukungnya.sebagian menerima dan sebagian menolaknya. Kemudian yang menolaknya membuat keompok sendiri yang selanjutnya disebut dengan khawarij. Semakin hari kelompok khawarij semakin kuat. Kekecewaan kelompok khawarij kepada ali terus meningkat dan puncaknya kelompok ini melakukan tindaka dengan melakukan pembunuhan kepada khalifah ali.
Konflik Internal Umat Masa Awal Islam
1.Perang Jamal
Perang jamal merupakan perang antara pengikut ali dan aisyah.  Mula-mulanya abdullah ibnu saba’ mrlakukan suatu rencana untuk membuat dua kelompok tersebut saling bermusuhan.mereka tak ingin pasukan ali da aisyah berdamai. Untuk memprovokasi, pengikut saba’mulai memerangi pengikut aisyah.sehingga terjadilah dua pertempuran yang sangat sengit, sehingga ali tidak bisa menghentikanya. Yang mana perperangan tersebut di depan unta yang membawa taandu aisyah . sehingga, kemudian perang ini di kenal dengan perang jamal. Kenmudia ali mengembalikan aisyah ke mekkah.
2.Perang siffin
Perang siffin adalah perang atara ali dan muawiyah. Dlegasi yng diutus ali dan muawiyah tidak menghasilkan apa-apa sehingga kwduannya menempatkan di siffin. Perangpun berkecamuk dan banyak yang terbunuh dari dua pihak . hampir saja ali menang dalam peperangan ini.
Syi’ah
Syi’ah adalah kelompok  masyarakat yang menjadi pendukung Ali Bin Abi Thalib. Mereka berpendapat bahwa Ali  adalah imam dan khalifah yang ditetapkan melalu nash(wahyu) dan wasiat dari Nabi, baik secara terang-terangan maupun secara implisit. Kekhsan  paham syi’ah terletak pada sumber petunjuk kwagamaan Nabi; kendati kaum sunni menerimanya dari sahabat Nabi, kaum syi’ah membatasiya hanya pada anggota-anggota ahlul bait.
Khawarij
Adalah suatu kelompok pengikut Ali bin abi thalib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidak sepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima perang siiffin dengan kelompok pemberontak muawiyah bin Abi Sufyan.
Murjiah
Merupakan penunda penyelesaian persoalan konflik politik antara Ali Bin Abi Thalib dengan Muawiyah dan Khawarij.
Tokoh Dan Varian Gerakan Radikal
Tokoh-tokoh Inspirator Gerakan Radikal
Sepanjang sejarah perjalanan islam, muncul beberapa tokoh yang dianggap menginspirasi lahirnya geraka radikal. Berikut ini sekilas mengenai tokoh-tokoh tersebut.
Ibnu taimiyah
Ibnu taimiyah merupakan tokoh pemikir dan aktivis-ulama’ yang memiliki pengaruh terhadap ideologi islam radikal.
Beliau menggunakan cara penafsiran Al-Quran dan hadits secara kaku dan harfiah. Latar belakang inilah beliau memiliki pendapat yang konservatif da fundamentalis.
Hasan al Banna
Beliau adalah seorang tokoh yang menjadi lawan politik pemerintah mesir, yang selalu mejadi batu sandungan bagi perkembangan mesir di era medernisasi. Beliau seorang guru yang berlatar belakang keagamaan tradisional dan memiliki pengetahuan tentang pemikiran barat.
Sayyid Qutub
Beliau seorang intelektual terdidik, pejabat pemetintah dan aktivis militan yang mengancam terhadap pemerintah meser dan amerika.
Dengan pemikirannya yang keras dan dukungnnya terhadap langkah-langkah jiha, ia mendapatkan julukan sebagai bapak radikalisme islam.
Varian Gerakan Radika
Sepanjang sejarah islam, telah banyak organisasi pergerakan baik sekala nasional maupun internasional yang tidak segan berusaha mewujudkan cita-cita organisasinya dengan cara kekerasan.
Sedangkan menurut mashuri gerakan islam radikal dapat dikatagorikan menjadi tiga unsur besar: (1) Islam politik (2) Jihadist (3) Dakwah. Masing-masing berakat dari jantung yang sama.
 

IDEOLOGI

PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis.Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-cita yang mereka inginkan. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati dan diresapi menjadi suatu keyakinan.Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang, maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya.
secara etimologis (asal-usul bahasa) ideologi berarti ilmu tentang gagasan-gagasan atau ilmu yang mempelajari asal-usul ide. Ada pula yang menyatakan ideologi sebagai seperangkat gagasan dasar tentang kehidupan dan masyarakat, misalnya pendapat yang bersifat agama ataupun politik.
Istilah ideologi terutama dilekatkan dengan aspek politik pemerintahan atau gerakan politik suatu negara.Di Indonesia misalnya, Pancasila diakui sebagai ideologi negara.Pancasila ini terdapat di dalam konstitusi (UUD 1945), tepatnya di dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila, sebab itu, menjadi cara pandang bangsa Indonesia, baik terhadap diri, lingkungan, negara, maupun dunia internasional. Sering kali, jika terjadi konflik antarkelompok di dalam masyarakat, Pancasila dijadikan rujukan untuk memperoleh titik temu. Sosialisasi Pancasila sebagai ideologi negara secara aktif dilakukan pemerintah melalui aneka cara.

 FUNGSI IDEOLOGI
Setelah mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi dari ideologi tersebut. Soerjanto Poespowardojo mengemukakan fungsi ideologi sebagai berikut:
1.Struktur kognitif, yakni keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami kejadian dalam keadaan alam sekitarnya.
2.Orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan masyarakat.
3.Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang.
4.Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya.
5.Kemampuan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
6.Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung didalamnya.
Kesimpulan yang bisa ditarik adalah sekalipun pengertian ideologi bervariasi, tetapi jika dicermati sesungguhnya terkandung inti-inti kesamaan.Kesamaan-kesamaannya, yakni ideologi adalah prinsip, dasar, arah, dan tujuan dalam kehidupan.Selain mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi ideologi.Ideologi berfungsi mendasari kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi landasan, pedoman, dan bekal serta jalan bagi suatu kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara.    

 
MACAM-MACAM IDEOLOGI
Ada beberapa jenis ideologi yang terdapat di dunia saat ini, yaitu:
1. Liberalisme
Ideologi ini mengajarkan kebebasan yang mutlak bagi setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah baik. Schapiro menjelaskan serangkaian prinsip dari Liberalisme yaitu : (1) keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap tujuan yang diharapkan; (2) semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan hukum yang dimaksudkan bagi kemerdekaan sipil; (3) tujuan utama dari setiap pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keaman dari semua warga negara; (4) adanya kebebasan berpikir dan berekspresi; (5) liberalisme yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bisa ditemukan melalui kegiatan berpikir menurut metode riset, eksperimen, dan verifikasi; (6) agama merupakan hal yang harus ditoleransi; (7) liberalisme berpandangan dinamis mengenai dunia, dan; (8) kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan. Negara penganut Liberalisme yaitu: Amerika Serikat, Argentina, YUnani, Rusia, Zimbawe, Australia, Jerman, Spanyol, Swedia dll.   
2. Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang manusia yang harus memelihara kondisi yang sudah ada serta menciptakan keadilan.
3. Komunisme
Ideologi ini mnegajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada hak pribadi, karena semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai negara. Negara yang masih menganut komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
4. Marxisme
Ideologi ini mengajarkan dasar-dasar komunisme.
5. Feminisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan persamaan hak antara pria dan wanita dengan cara pemerataan dan kesetaraan gender.
6. Sosialisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa manusia harus saling membantu, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Negara yang menganut paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.
7. Fasisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa peran negara adalah mutlak karena negara diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman .
8. Kapitalisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam bidang perekonomian.Negara tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas perekonomian yang dilakukan individu.
Kapitalisme terdiri atas 3 varian, yaitu Kapitalisme Pedagang, Kapitalisme Produksi, dan Kapitalisme Finansial.Kapitalisme Pedagang (Merchant Capitalism) termasuk jenis Kapitalisme yang paling tua.Kapitalis (pelaku permodalan) menginvestasikan hartanya untuk mencari barang yang langka dan memiliki keuntungan jika diperdagangkan.Investasi tidak harus berupa uang, melainkan dapat termasuk kendaraan, barang kebutuhan primer, barang berharga, dan sejenisnya. Kapitalisme Pedagang menuntut pembukaan pasar yang nantinya akan dilakukan monopoli atasnya.      
Kapitalisme Produksi (Production Capitalism) dilakukan oleh Kapitalis yang memiliki alat dan cara produksi. Bentuk yang paling dikenal adalah “pabrik.”Pabrik digunakan untuk memproduksi barang tertentu, untuk kemudian dipasarkan.Untuk memproduksi barang, pemilik pabrik membutuhkan pekerja (labor). Labor ini sekaligus juga konsumen dari barang yang mereka produksi. Barang yang dihasilkan ditukar dengan uang di “pasar” (market). Keuntungan dari penjualan digunakan Kapitalis untuk diinvestasikan ke dalam pabriknya, ataupun pada kegiatan lain. Uang, cara produksi, alat produksi, pasar, profit, dan uang, adalah konsep-konsep kunci untuk menganalisis Kapitalisme Produksi ini.
Kapitalisme Keuangan (Financial Capitalism) merupakan bentuk terbaru dari Kapitalisme. Dalam Kapitalisme Keuangan, modal diinvestasikan bukan ke dalam bentuk barang, tenaga kerja, atau pabrik. Uang diinvestasikan ke dalam sellisih uang.Komoditas produksi Kapitalisme Keuangan adalah saham dan nilai tukar uang (valuta).Pasar dalam kegiatan Kapitalisme Keuangan adalah “bursa efek.”Kapitalisme Keuangan inilah yang kerap menciptakan devaluasi (penurunan) nilai mata uang dunia. Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.             
9. Demokrasi
Ideologi ini mnegajarkan bahwa kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat.
10. Neoliberalisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan kembali kebebasan individu yang dikatikan dengan terjadinya pasar bebas di dunia internasional.
Ideologi terbagi menjadi dua, yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah :
- Ideologi Terbuka
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
5. Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
6. Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.
 
- Ideologi Tertutup
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

4) KETERKAITAN IDEOLOGI DAN AWK
Ideologi juga konsep yang sentral dalam analisis wacana yang bersifat kritis. Hal ini karena teks, percakapan , dan lainnya adalah bentuk dari praktik ideologi atau pencerminan dari ideologi tertentu. Salah satu strategi utamanya dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium melalui mana kelompok yang dominan mempersuasi yang mengkomunikasikan kepada khalayak produksi kekuasaan dan dominasi yang mereka miliki,sehingga tampak absah dan benar.
Kedua,ideologi meskipun bersifat sosial ia digunakan secara internal diantara anggota kelompok atau komunitas.Oleh karena itu,ideologi tidak hanya menggunakan fungsi kordinatif dan kohesi tetapi juga membentuk identitas diri kelompok,membedakan dengan kelompok lain. Ideologi ini bersifat umum,abstrak,dan nilai yang terbagi antara anggota kelompok menyediakan dasar bagaimana masalah harus dilihat. Dengan pandangan semacam ini,wacana lalu tidak dipahami sebagai sesuatu yang netral dan berlangsung secara alamiah,karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh.
 Oleh karena itu, analisis wacana tidak bisa menempatkan bahasa secara tertutup, tetapi harus melihat konteks bagaimana, ideologi dari kelompok kelompok yang ada tersebut berperan dalam memebentuk dalam wacana. Misalnya dalam teks berita dapat dianalisis apakah teks yang muncul tersebut pencerminan dari idiologi seseorang,            apakah            diafeminis, antifeminis, kapitalis, sosialis, dan sebagainya.   

Daftar Pustaka
 Yule, G. B. (1996). Analisis Wacana. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Dunia Islam dan Yahudi

Dunia Islam dan Yahudi

Keberadaan orang Yahudi di dunia Islam pada masa lalu umumnya lebih baik daripada di Eropa. Bukan berarti tidak ada diskriminasi atau kebencian terhadap mereka, tetapi sebagai ahl al-kitab mereka lazimnya dilindungi. Di Eropa mereka barulah memperoleh hak-hak bersamaan masa transisi dari masyarakat pertanian ke masyarakat perkotaan dan industri . Kebebasan yang mereka peroleh menimbulkan reaksi; sikap anti-Yahudi berkaitan erat dengan dengan sikap anti-kemodernan. Antisemitisme merupakan salah satu gejala protes terhadap perubahan.
Dalam Islam, tidaklah sulit mencari pembenaran religius untuk membenci Yahudi. Dan belakangan ini kami sering menjumpai pembenaran ini seolah-olah bagian esensial dari Islam. Terdapat sejumlah ayat Qur'an yang mengutuk orang Yahudi Madinah dan sekaligus bisa ditafsirkan sebagai anjuran untuk senantiasa mencurigai dan membenci kaum Yahudi . Tetapi sebenarnya ayat-ayat ini baru belakangan menjadi begitu populer. Asal-usul kebencian yang sesungguhnya, tentu, keberadaan negara Israel di tengah negara-negara Arab, dan kekuatan dahsyat tentara Israel. Ayat-ayat Qur'an tersebut memberikan legitimasi belakangan kepada kebencian yang disebabkan oleh kejadian politik. Tulisan Arab anti-Yahudi, agaknya, lebih diwarnai oleh pengaruh buku antisemit Barat seperti Protokol-Protokol ketimbang ayat-ayat Qur'an yang berkaitan dengan Yahudi. Sebagian besar buku mengenai "bahaya Yahudi" yang diterbitkan di dunia Arab merujuk kepada Protokol-Protokol dan tokoh-tokoh antisemit Barat; hanya beberapa saja yang bertolak dari analisa ayat-ayat Qur'an.

Palestina: nasionalisme atau Islam?
Kekalahan militer negara-negara Arab oleh Israel menimbulkan persepsi bahwa sosialisme dan nasionalisme telah gagal sebagai ideologi yang layak, dan mendukung munculnya "alternatif Islam" yang sejak dulu disponsori Arab Saudi. Lahirnya ideologi Islam politik akhir-akhir ini (terutama varian konservatifnya) berkaitan erat dengan faktor keberadaan Israel. Faktor lain yang berperan, tentu saja, minyak dan kenaikan harga minyak sejak 1973 (berkaitan langsung dengan perang Arab-Israel dan boikot minyak). Dengan kenaikan harga minyak, orang Arab secara berangsur kian diperhatikan Barat, dan perasaan harga diri orang Arab turut terangkat. Di sini kemudian wacana dominan tentang Israel mulai bergeser dan ditentukan oleh Arab Saudi daripada Mesir dan berubah dari wacana nasionalis (Israel lawan Arab) menjadi wacana agama (Yahudi lawan Islam).

"Protokol Zion" di Indonesia
Perbincangan bertema Yahudi, Zionisme dan Israel di kalangan Islam Indonesia cenderung dipengaruhi oleh buku Protokol-Protokol Para Sesepuh Zion dan tulisan antisemitis Barat lainnya. Setelah perjanjian perdamaian antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina ditandatangani (September 1993), majalah Panji Masyarakat dan Al-Muslimun memuat laporan khusus tentang Yahudi dan Zionisme yang tidak hanya berisi opini dan analisa situasi politik saja tetapi juga menguraikan lagi tentang konspirasi Yahudi berdasarkan Protokol-Protokol sebagai "bahan bukti" . Tidak mudah memastikan sejak kapan buku tersebut diketahui di Indonesia. Menurut laporan di Panjimas tadi, majalah ini pernah memuat artikel panjang mengenai "Ancaman Ular Simbolik Yahudi" (salah satu tema dari Protokol-Protokol) pada tahun pertama penerbitannya, yaitu 1959 . Dan itu pun mungkin bukan tulisan pertama tentang konspirasi rahasia Yahudi untuk menghancurkan Islam. Namun jika dicermati pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an tulisan serupa ini belum banyak mendapat perhatian.
Adalah Prof.Dr. Ahmad Shalaby, guru besar dari Mesir yang pernah mengajar di PTAIN di Yogyakarta pada dasawarsa 1950-an, yang agaknya memiliki andil dalam memperkenalkan Protokol-Protokol di Indonesia. Bukunya Perbandingan Agama: Agama Yahudi, yang rampung ditulis di Mesir pada tahun 1965, membicarakan panjang lebar Protokol-Protokol. Setelah membahas kitab Taurat dan Talmud sebagai pustaka keagamaan Yahudi, Shalaby menyuguhkan ringkasan Protokol-Protokol Para Sesepuh Zion, seolah-olah ini pula teks keagamaan Yahudi. Tidak jelas apakah Shalaby pada saat ia mengajar di Indonesia juga telah membicarakan teks tersebut; tampaknya masalah Yahudi waktu itu belum banyak menarik perhatian orang. Terjemahan Melayu buku Shalaby diterbitkan pada tahun 1977 di Singapura, dan terjemahan Indonesia baru pada tahun 1990. Buku ini sering dijadikan rujukan oleh penulis Indonesia. Dipengaruhi langsung oleh Shalaby, penulis buku teks ilmu perbandingan agama dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga juga meyakini bahwa "Protokol Pendeta Zionis" merupakan kitab sakral Yahudi ketiga, setelah Perjanjian Lama dan Talmud .
Barulah pada dasawarsa 1980-an konspirasi Yahudi semakin sering dibicarakan di Indonesia. Pada tahun 1982, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Agama (LPPA) Muhammadiyah dan Rabithah Al-`Alam Al-Islami masing-masing menerbitkan buku mengenai Freemasonry sebagai organisasi rahasia Yahudi. Keduanya menyebut Protokol-Protokol sebagai barang bukti yang akurat tentang rencana-rencana rahasia Yahudi . Buku Rabithah menyebutkan adanya keraguan tentang kebenaran Protokol namun menegaskan pula bahwa ia benar-benar merupakan dokumen asli. "Siapa yang membaca dengan teliti teks-teks yang terkandung di dalamnya akan mengetahui bahwa semua rencana yang terdapat di dalamnya telah dilaksanakan di seluruh penjuru dunia" (hal. 156). Hanya, menurut para penulis, rencana Yahudi masa kini pastilah sudah berubah lagi, dan orang harus waspada terhadap kiat baru dari "para pengusaha kejahatan itu, para terompet setan itu, para juru tenu kebinasaan itu, dan para penjaga kuil itu." Pengamatan ini mirip suatu pengakuan bahwa Protokol-Protokol ternyata tidak relevan untuk memahami Zionisme modern. Tetapi teori konspirasi tetap dipertahankan, dan pada tahun-tahun berikut di Indonesia terbit sejumlah terjemahan atau adaptasi Protokol-Protokol:
a. (Versi ringkas dalam:) Dr. Darouza, Mengungkap tentang Yahudi: Watak, Jejak, Pijak dari Kasus-Kasus Lama Bani Israel. Surabaya: Pustaka Progressif, 1982. (terbitan asli: Damascus 1970).
b. (Dikomentari panjang lebar dalam:) Dr. Majid Kailany, Bahaya Zionisme terhadap Dunia Islam. Solo: Pustaka Mantiq, 1988. (terbitan asli: Jeddah, 1984).
c. Skenario Rahasia untuk Menguasai Dunia. Bandung: Hizbul Haq Press, tanpa tahun (1989?). (dengan kata pengantar yang tampaknya ditulis di Pakistan).
d. Ayat-Ayat Setan Yahudi. Dokumen Rahasia Yahudi Menaklukkan Dunia dan Menghancurkan Agama. Jakarta: PT Pustakakarya Grafikatama, 1990. (dengan kata pengantar oleh "Social Reform Society", Kuwait).
Dalam kata pengantar sejumlah edisi ini tidak ditemui isyarat bahwa teks ini hanya berupa sebuah pemalsuan kasar saja. Penulis kata pengantar dua yang terakhir malahan mengklaim - dengan mengabaikan kenyataan - bahwa buku ini sulit didapatkan dan di mana-mana dilarang (gara-gara konspirasi Yahudi, tentu saja). Agaknya, mereka lupa menyebutkan bahwa bukunya pernah dicetak dalam oplag ratusan ribu dan disebarkan ke mana-mana oleh rezim Nazi Jerman, dan di negara-negara Arab sendiri terjemahan Protokol-Protokol dengan mudah diperoleh di mana saja.

Daya tarik teori konspirasi
Teori-teori konspirasi mempunyai daya tarik kuat karena merupakan penjelasan yang mudah difahami dan sekaligus menunjukkan kambing hitam. Teori konspirasi meletakkan tanggungjawab atas segala hal yang tidak disenangi pada orang lain. Penganut teori ini tidak perlu mengungkapkan kekurangan, kelemahan dan kesalahannya sendiri, tidak pula mesti mengkritik diri sendiri karena semua hal dianggap kejahatan pihak lawan. Teori-teori semacam ini menutup kemungkinan orang mencermati sebab-sebab yang sebenarnya, sehingga tidak mudah atau malahan mustahil mengubah secara rasional keadaan yang tidak disenangi.
Teori konspirasi yang disebarkan oleh penyusun Protokol-Protokol menawarkan penjelasan semua peristiwa politik dan ekonomi yang telah terjadi selama satu abad: berkembangnya kapitalisme maupun gerakan-gerakan komunis, revolusi maupun kontrarevolusi, modernisasi dan rasionalisasi sistem ekonomi, gerakan pembebasan dan emansipasi, liberalisme dan sekularisasi. Ini semua dianggap buah dari rekayasa komplotan Zionis yang maha hebat. "Hampir setiap peristiwa besar di dunia berjalan mengikuti tuntutan The Elders of Zion ini. Peperangan, kemerosotan, revolusi, naiknya biaya hidup, dan keresahan berlarut-larut, wujud nyata mengangkangi dunia melalui pintu belakang" . Menurut pandangan demikian, orang lain tidak berdaya dan tidak mampu memberi sumbangan terhadap alur sejarah; hanya Yahudi sajalah yang menentukannya.
Teori konspirasi ini sangat berbeda dengan analisa yang mendalam tentang kekuatan dan strategi nyata Zionisme. Negara Israel, organisasi Zionis di luar Israel dan para simpatisan Zionisme melakukan berbagai hal, secara terbuka maupun terselubung, untuk mempengaruhi pendapat umum dan kebijaksanaan negara-negara lain. Lobi-lobi Yahudi di Amerika dan Eropa memang sangat canggih dan berhasil; tetapi kalau aktivitas-aktivitasnya ditelaah secara cermat gambaran yang diperoleh sangat berbeda dengan Protokol-Protokol .

Yahudi sebagai simbol perubahan yang mengancam
Umat Islam Indonesia, sebagai umat Islam negara-negara lain, menjunjung tinggi solidaritas dengan bangsa Palestina. Republik Indonesia tidak mengakui negara Israel, dan seluruh umat Islam Indonesia menganggap berdirinya Israel, apalagi pendudukan Gaza dan Tepi Barat dan pembangunan pemukiman Yahudi di sana, sebagai ketidakadilan yang tidak dapat dibenarkan.
Tetapi belakangan terdengar banyak ungkapan anti-Yahudi yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah Israel-Palestina. Yahudi dan kelicikan serta tipu dayanya dikritik, tetapi sasaran kritik ini sesungguhnya bukan orang Yahudi melainkan orang atau situasi di Indonesia sendiri. Rupa-rupa hal di Indonesia yang tidak disenangi (misalnya perkembangan pemikiran Islam liberal, atau konsep Hak Asasi Manusia) dikaitkan dengan konspirasi Yahudi.
Yahudi memang sejak dulu juga dikaitkan dengan golongan atau gerakan lain yang oleh pihak tertentu dianggap membahayakan status quo:
            Faham Syiah, menurut sebagian penulis Sunni, konon berasal dari seorang bekas Yahudi bernama Abdullah bin Saba', yang pura-pura masuk Islam. Ia konon orang pertama yang mengistimewakan Ali bin Abi Thalib dan memulai kultus terhadap Ali dan keturunannya. Alasannya, konon untuk menghancurkan Islam dari dalam. Cerita ini sebagai "penjelasan" lahirnya Syi'ah sudah sangat lama, tetapi oleh kalangan ahli sejarah kebanyakan ditolak. Di Indonesia sendir, hikayat Abdullah bin Saba' disebarkan lagi setelah revolusi Iran, oleh kalangan yang paling dekat ke Arab Saudi (yaitu tokoh-tokoh Dewan Dakwah) . Latar belakang politik isu ini tidak dapat diabaikan.v
 Freemasonry (Vrijmetselarij) memang suatu gerakan rahasia dan internasional, tetapi di tiap negara mempunyai corak tersendiri. Kasus yang pernah menghebohkan adalah skandal politik dan korupsi menyangkut sebuah cabang Freemasonry di Italia yang anggotanya terdiri dari pengusaha besar, politisi, jaksa dan hakim, militer dan mafia. Di negara lain tidak pernah ada skandal demikian. Anggota Freemasonry pada umumnya terdiri dari orang elit dan berpikiran bebas. Orang Yahudi tidak memainkan peranan menonjol dalam Freemasonry.v
 Rotary Club, Lions Club dan sebagainya. Perkumpulan orang elit bercorak khas Amerika. Pada dasarnya sebuah cabang lokal terdiri dari orang yang mewakili semua profesi (seorang dokter, seorang notaris, seorang guru sekolah, seorang pedagang, dan seterusnya), dan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Dapat difahami sekiranya salah satu fungsi utama perkumpulan semacam ini bagi anggotanya adalah menyediakan jaringan "koneksi". (Freemasonry, tentu saja, mempunyai fungsi yang sama). Menurut sebagian penganjur teori tentang konspirasi Yahudi, perkumpulan tersebut mempunyai tujuan rahasia dan merupakan bagian dari persekongkolan Yahudi itu . Di Indonesia sebagian besar anggota perkumpulan tersebut, agaknya, terdiri dari orang Cina.v
 Marxisme dan sosialisme-sosialisme lainnya. Karl Marx memang seorang Yahudi (walaupun tak beragama Yahudi), dan sejumlah nama besar di partai-partai kiri dan gerakan buruh Eropa juga Yahudi. Tujuan marxisme sebetulnya bertolak belakang dengan Zionisme, tetapi hal ini diabaikan oleh penganjur teori konspirasi. Baik kapitalisme maupun anti-kapitalisme diyakini merupakan bagian dari konspirasi Yahudi-Zionis yang sama. Dan bukan itu saja; semua pemikiran dan ideologi modern dicurigai, termasuk liberalisme . Hal ini mungkin menunjukkan kepentingan apa, atau kekhawatiran golongan sosial mana, yang ada di balik teori konspirasi Yahudi itu. Seperti halnya di Eropa pada abad yang lalu, tampaknya Yahudi diidentikkan dengan segala aspek proses transformasi masyarakat tradisional, berkembangnya kapitalisme dan individualisme, sekularisasi dan humanisme dan munculnya konflik sosial-ekonomi.v

"Yahudi"nya Indonesia
Rasanya tidak terlalu mengejutkan kalau kita menyaksikan di Indonesia belakangan ini pemikir-pemikir Islam berwawasan kosmopolit sudah mulai dijuluk "Yahudi" dan "Zionis" pula. Gerakan pembaharuan Islam yang mengkritik faham-faham mapan, menawarkan pola penafsiran baru dan menganjurkan sikap toleran terhadap sesama Muslim maupun penganut agama lain, tentu saja dicurigai oleh golongan yang berpegang kuat kepada faham mapan. Sepanjang sejarah, para pembaharu sering dituduh ingin menghancurkan agama (sedangkan mereka sendiri mengaku ingin mengembalikan esensi agama kepada kedudukan yang sentral). Dengan semakin populernya teori tentang konspirasi Yahudi, dan mengikuti logika bahwa setiap hal yang mengancam Islam atau kemapanan apa pun adalah ulah Yahudi-Zionis, dengan sendirinya gerakan pembaharuan Islam mudah dituding sebagai bagian dari konspirasi Yahudi.
Setidaknya terdapat dua dimensi pada penjulukan "Yahudi" terhadap sementara pemikir Islam yang liberal. Yang pertama menyangkut pemikiran mereka, yang dituduh dipengaruhi oleh orientalisme (dan orientalisme, tentu saja, dianggap sebagai salah satu senjata Yahudi dalam usahanya untuk menghancurkan Islam). Yang kedua, dan ini yang pada hemat saya lebih penting, menyangkut kosmopolitanisme dan kemodernan mereka serta golongan sosial yang merupakan pendukung utama mereka. Sindiran dengan mencap "Yahudi" dan "Zionis" pernah dilontarkan dalam polemik melawan Nurcholish Madjid dengan Paramadinanya dan kemudian pula melawan LSAF dan majalah Ulumul Qur'an (pernah dijuluk Ulumul Talmud oleh pihak penentang). Yang dimaksud, agaknya, bukan saja keterbukaan, toleransi dan sikap berdamai mereka terhadap agama Kristen dan Yahudi, melainkan sesuatu yang lebih mendasar.
Baik Paramadina maupun LSAF mewakili trend baru dalam umat Islam, berkaitan erat dengan munculnya kelas menengah Islam yang sedang naik daun (dalam ekonomi maupun politik) dan yang mencari gaya Islam yang modern, bergengsi, "canggih" dan "trendy". Kelas baru ini, lebih terpelajar, kosmopolit dan percaya pada diri daripada generasi-generasi sebelumnya. Berikut mereka ini bergaya hidup modern dan individualis serta mungkin pula kurang peduli terhadap kesenjangan sosial yang ada. Bukankah mereka ini yang merupakan sasaran sebenarnya dari julukan "Yahudi"? Dalam polemik berkelanjutan antara penulis muda serial Media Dakwah dengan majalah Ulumul Qur'an, saya (kalau tidak sangat keliru) mencerna juga adanya pertentangan "orang kampungan" lawan "orang gedongan", yang masing-masing mempunya gaya menghayati Islam sendiri.
Di negara Pancasila, pertentangan "antar-golongan" tidak bisa diungkapkan secara terang-terangan, dan itu yang membuat kata "Yahudi" begitu berguna bagi orang tertentu. Indonesia tidak punya hubungan dengan Israel, dan agama Yahudi tidak termasuk lima agama yang resmi diakui. Oleh karena itu, mengutuk Yahudi tidak mengandung risiko tuduhan SARA, berbeda dengan kutukan terhadap pengusaha Cina, pejabat Katolik atau Orang Kaya Baru (bangsa Pondok Indah). Secara demikian teori konspirasi Zionis - Yahudi - Freemasonry - Rotary Club, yang diimpor dalam bentuk siap pakai, terbukti mempunyai fungsi serbaguna di Indonesia. Bukan saja semua perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang terjadi dalam masyarakat dapat "dijelaskan" dalam kerangka teori ini, melainkan golongan yang tidak disegani pun dapat dengan mudah dituding pula sebagai bagian dari konspirasi yang sama.
Wacana tentang Yahudi dan konspirasi untuk menguasai dunia, dengan Protokol-Protokol Para Sesepuh Zion sebagai sumber utama, berasal dari Eropa dan masih mencerminkan pertentangan sosial di Eropa pada masa laju modernisasi berlangsung begitu cepat. Wacana tersebut sampai ke Indonesia melalui Timur Tengah (terutama Arab Saudi) setelah menjadi bagian dari pandangan dunia Islam yang dipropagandakan Rabithah Al-`Alam Al-Islami. Di Indonesia, wacana ini telah mendapat fungsi baru dan diterapkan untuk membicarakan pertentangan yang sesungguhnya kasatmata namun tidak bisa dibicarakan secara terbuka. Wacana ini tidak membantu untuk memahami apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi mungkin saja lebih memuaskan sebagai penjelasan dan pembenaran kegagalan orang daripada sebuah analisa yang sungguh-sungguh. Dan sejarah Eropa abad terakhir ini menunjukkan betapa berbahaya wacana ini.