Tampilkan postingan dengan label Menggugah Selera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menggugah Selera. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Seuntai Kata Buat Dindaku Tercinta

Wahai engkau orang yang aku sayang. Kemana saja dikau selama ini? Meninggalkan aku sendiri di Ufuk gelap nan sepi, dan kucari engkau disemak-semak berduri namun tak ada jejak sama sekali.
Wakai engkau yang saat ini berada dalam lamunan, datanglah kemari dan habiskan waktu malam ini. Aku merindukan sosok sepertimu, yang bisa mengerti aku, menguatkanku saat diri ini tak sanggup lagi hidup menghadapi rintangan semu, saat diri ini merasakan sakit dan sembilu.
Wahai engkau, yang saat ini kurindukan. Hadirlah dalam setiap kedip mata ini. Jadilah pundak yang setiap saat aku sandari, kala aku kalah dengan hawa durja ini, kala aku dicemooh oleh baris-baris merpati.
Wahai engkau wanita berhati mulia, peluk tubuh ini, saat aku merasa hidup tak lagi berarti. Bangunkan aku, saat aku terjatuh dalam lubang kebabilan hati.
Wahai engkau sang pujaan hati, Ingatkan aku saat aku mulai lupa dengan diri ini, saat aku mulai lupa pada apa aku berdiri. Hanya keteguhan cintalah yang bisa membawa diri ini kembali ke arah yang semula lagi.
Wahai engkau serpihan hati ini. Aku lelah dengan semua hal semu ini. Bantu aku tuk mengakhiri semua ini. Temani aku hingga maut mengambil jiwa ini. Jangan pernah bersedih, berjuanglah dan gapai semua angan tak sampai ini. Karena aku tau, hanya kaulah wanita terhebat yang pernah aku kenali di duniaku ini.

Rabu, 05 Juli 2017

SUAMIKU, Izinkan Aku Jadi Teman Hidupmu

Ketika kau merasakan lelah, izinkan pundakku menjadi tempat ternyamanmu untuk bersandar,  Kita saling bercengkerama mesra, ngobrol haha hihi sembari mengusap keringat satu sama lain, ah bahagianya.
Ketika kau merasakan lapar, aku tlah menyiapkan masakan terbaikku untuk kau nikmati, walau kemampuan masakku payah, masih sering gosong sana sini, katamu masakan buatanku adalah yang terbaik di dunia, itu gombalmu, sekaligus menjadi semangatku.
Ketika kau merasakan sakit, biarkan aku yang jadi dokter di rumahmu, jadi ibu yang mengkhawatirkanmu, jadi bayi yang menangis meratapimu, jadi istri yang selalu berada di sampingmu. Suka dan duka kita bersama. Itu janji kita bukan?
Ketika kau merasakan marah, maafkan aku yang sering berbuat salah, maafkan keegoisanku yang membuatmu bermuram durja. Aku tidak ingin malaikat melaknatiku. Aku tidak akan bisa memejamkan mata tuk tidur sebelum kau memaafkanku, sayang.
Ketika kau bahagia, bagiku senyummu adalah harta karun terbesarku. Kau yang tlah berani meminangku dengan baik-baik, maka sudah selaiknya pula tugasku membuatmu terjaga dalam keadaan baik. Sebab ku bersyukur, diantara puluhan akhwat yang mengantri padamu, aku lah yang kau pilih. Gadis biasa nan sedikit ilmu agama.
Ketika kau sudah tak punya apa-apa lagi, jadikan diriku sebagai sebaik-baik perhiasanmu. Aku kan selalu di sampingmu. Aku kan selalu bersamamu. Anak-anak shalih kita kan menjadi mahkota cahaya di surga nanti. Sayang, aku tak akan pernah mengeluh. Maka, kau masih menjadi lelaki terkaya di bumi ini karena memiliki kami, anak-anak dan istrimu.
Ketika kau.. tidak.. ketika kita tua nanti, Usia adalah titipan Tuhan, tidak perlu menyalahkan takdir kehidupan. Kita mungkin akan sering bertengkar masalah sepele, saling sibuk menyalahkan walau mungkin hanya karena lupa menaruh barang dimana. Tapi ingatlah janjimu saat menikahiku, istri adalah selimut seorang suami, dan suami adalah selimut bagi sang istri. Aku sudah tidak butuh hartamu, aku tidak peduli banyak kerutan wajah di pipimu, yang kuinginkan hanya satu; dekap diriku dengan sepenuh keimanan.
Ketika salah satu diantara kita ada yang lebih dahulu menghadap Allah, tak perlu bersedih hati, sayang. Maut sekali-kali tidak akan bisa memisahkan kita. Karena katamu, cinta dua orang shalih di dunia adalah penguji kesabaran, maut adalah perpisahan sementara, sebab tak ada yang lebih indah selain bertemu dan berjumpa kembali di surgaNya. Suamiku, izinkan aku jadi niqob squadmu. Sehidup sesurga kita, insyaAllah.

Buat Yang Suka Pacaran, Udah Putusin Aja.

Oleh: Arlo Cindeh

Ya Allah...

"Aku berlindung dari godaan lawan jenis yang terkutuk."
"Kerjanya hanya mau menjadikanku korban cinta dengan mengobral janji yang terlalu muluk."
"Padahal hatinya dipenuhi niat busuk."
"Begitu sudah bosan main putus hubungan hingga membuat hati remuk."
"Sungguh lawan jenis yang demikian tak lebih dari pecundang busuk."
"Mohon taubatkanlah agar tidak ada lagi korban cinta yang ambruk."

"Apabila ada golongan makhluk yang sedemikian berilah keinsyafan sebelum mencipta kejahatan yang lebih buruk."
"Sungguh para penganut pacaran itu banyak yang suka main seruduk," "Silap sedikit saja kerap main peluk," "Apalagi saat cinta sebenar telah membuat mabuk,"
"bisa-bisa zina kelamin dianggap bukan sebuah kutuk."
"Dari itu berilah sebuah petunjuk," "agar iman kembali khusyuk bersedia tekun ibadah dengan segenap runduk."
"Hingga saat diperdengarkan ayat yang mengancam hukuman bagi pegiat zina langsung merindinglah bulu kuduk."

"Yaa Allah,"

"Semoga lewat doa ini Engkau terketuk."
"Memberiku kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih sadar bahwa cinta ialah penyempurna separuh agama bagi setiap makhluk."
"Karena itu, janganlah gegabah jatuh cinta hingga berpacaran yang bisa jadi cuma dijadikan pelampiasan syahwat lawan jenis terkutuk."
"Insyaa Allah masih ada barisan para mantan yang tak sudi lagi mengumbar cinta serupa mengobral handuk."
"Selamatkanlah jiwa-jiwa pendosa yang menjamur agar tak lagi dibuai impian berpacaran itu kewajaran yang tak perlu dirutuk."
"Padahal perbuatan yang demikian bisa menyeburkannya ke dalam neraka jahanam saat kematian sudah sebenar terceletuk."

Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua Insya Allah.